Jumat, 21 November 2014



Sviluppo di zona di coltivazione nelle zone costiere deve essere realizzato tenendo conto diverse alternative raccomandate dall'IPCC come segue: Trasloco, è stata sviluppata questa alternativa quando gli impatti economici e ambientali a causa dell'innalzamento del livello del mare e inondazioni così grande che superficie coltivata deve essere spostato più lontano dalla costa. In condizioni estreme, anche essere considerato per evitare a tutti i settori che hanno una molto elevata vulnerabilità. Alloggio, questa alternativa è variazioni naturali o adeguamenti al rischio di impatto che può verificarsi, come la bonifica, la costruzione di elevazione o cambiamenti in agricoltura in agricoltura acqua salmastra (acquacoltura). Zone inondate è inevitabile, ma non si prevede di costituire una seria minaccia per la sicurezza della vita, la proprietà e le attività socio-economiche e l'ambiente. Protezione, questa alternativa ha due possibilità, e cioè che sono struttura dura, come ad esempio la costruzione di conservare onda (frangiflutti) o dighe (dighe), e che è la struttura morbida, come rivegetazione mangrovie o stoccaggio di sabbia (spiaggia di ripascimento). Sebbene tendono difesa contro le variazioni naturali, questa alternativa deve essere fatto con attenzione considerando i processi naturali che avvengono secondo il principio della "lavorare con la natura".(bhs Italia)

       Pengembangan kawasan budidaya pada kawasan pesisir selayaknya dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa alternatif yang direkomendasikan oleh IPCC sebagai berikut: Relokasi, alternatif ini dikembangkan apabila dampak ekonomi dan lingkungan akibat kenaikan muka air laut dan banjir sangat besar sehingga kawasan budidaya perlu dialihkan lebih menjauh dari garis pantai. Dalam kondisi ekstrim, bahkan perlu dipertimbangkan untuk menghindari sama sekali kawasan-kawasan yang memiliki kerentanan sangat tinggi.  Akomodasi, alternatif ini bersifat penyesuaian terhadap perubahan alam atau resiko dampak yang mungkin terjadi seperti reklamasi, peninggian bangunan atau perubahan agriculture menjadi budidaya air payau (aquaculture). Area-area yang tergenangi tidak terhindarkan, namun diharapkan tidak menimbulkan ancaman yang serius bagi keselamatan jiwa, aset dan aktivitas sosial-ekonomi serta lingkungan sekitar. Proteksi,  alternatif ini memiliki dua kemungkinan, yakni yang bersifat hard structure, seperti pembangunan penahan gelombang (breakwater) atau tanggul banjir (seawalls) dan yang bersifat soft structure, seperti revegetasi mangrove atau penimbunan pasir (beach nourishment). Walaupun cenderung defensif terhadap perubahan alam, alternatif ini perlu dilakukan secara hati-hati dengan tetap mempertimbangkan proses alam yang terjadi sesuai dengan prinsip “working with nature”.

0 komentar :

Posting Komentar